Bantuan
Pertanyaan yang sering diajukan
Ketik kata kunci untuk mencari, atau pilih kelompok pengguna. Tekan sebuah pertanyaan untuk membaca jawabannya.
66 pertanyaan
Umum
Apa itu Asesmen Membaca?
Asesmen Membaca adalah aplikasi web untuk mengukur kemampuan membaca murid SD kelas 1–6. Asesmennya bersifat formatif: hasilnya menunjukkan kebutuhan belajar murid saat ini, bukan nilai rapor atau label permanen.
Ada dua jenis asesmen:
• Pra-pemahaman: murid membaca huruf, kata, atau paragraf, dan guru menandai benar atau salah.
• Pemahaman bacaan: murid mengerjakan sendiri soal pilihan ganda tentang bacaan.
Siapa saja yang bisa memakai aplikasi ini?
• Guru: menjalankan asesmen, mengelola data murid, dan melihat hasil murid di sekolahnya.
• Kepala sekolah: melihat rekap sekolahnya, tanpa data per murid.
• Pengawas: melihat rekap sekolah binaannya dan menautkan sekolah ke gugus.
• Dinas pendidikan: melihat agregat gugus dan kabupaten.
• Publik, termasuk KKG: melihat Dashboard publik tanpa login.
Perangkat apa yang bisa dipakai?
HP Android, laptop, komputer, atau Chromebook. Aplikasi dibuka lewat browser (misalnya Chrome), jadi tidak ada yang perlu dipasang. Semua halaman dirancang agar nyaman dipakai di layar HP.
Apakah aplikasi bisa dipakai tanpa internet?
Tidak. Aplikasi berjalan online dan belum punya mode offline. Pastikan koneksi internet stabil selama asesmen, terutama saat jawaban dikirim di akhir setiap blok soal.
Apakah asesmen dilakukan pada jadwal tertentu?
Tidak. Asesmen boleh dilakukan kapan saja, dan murid boleh diasesmen ulang. Tidak ada periode yang harus dipilih; semester ditentukan otomatis dari tanggal tes.
Apa saja level hasil asesmen?
Ada tujuh level, dari yang paling awal:
1. Pra-Pemahaman — Pemula: belum mengenali huruf secara konsisten.
2. Pra-Pemahaman — Huruf: mengenali huruf, tetapi belum membaca kata.
3. Pra-Pemahaman — Kata: membaca kata sederhana, tetapi belum lancar membaca kalimat atau paragraf.
4. Pra-Pemahaman — Paragraf: membaca teks pendek dengan cukup lancar.
5. Pemahaman — Dasar: menemukan informasi yang tertulis langsung dalam teks.
6. Pemahaman — Cakap: memahami informasi tersirat dengan menghubungkan dan menyimpulkan bagian teks.
7. Pemahaman — Mahir: menilai isi, bahasa, dan penyajian teks.
Guru dan kepala sekolah dapat membaca penjelasan lengkap dan saran pembelajarannya di halaman Panduan dan Rekomendasi.
Apa arti "belum lancar membaca"?
Angka ini adalah persentase murid terasesmen yang hasil terakhirnya masih di level pra-pemahaman (Pemula, Huruf, Kata, atau Paragraf).
Apa arti "cakupan asesmen"?
Cakupan adalah persentase murid aktif yang sudah diasesmen. Cakupan ditampilkan di samping angka hasil. Jika cakupan di bawah 50%, angkanya diberi tanda peringatan karena belum mewakili keadaan sebenarnya.
Hasil mana yang dipakai jika murid diasesmen lebih dari sekali?
Dashboard dan rekap memakai hasil terakhir setiap murid. Hasil sebelumnya tetap tersimpan sebagai riwayat. Untuk perbandingan antarsemester, yang dipakai adalah hasil terakhir murid di setiap semester.
Bagaimana semester ditentukan?
Otomatis dari tanggal tes: semester Ganjil untuk 1 Juli–31 Desember, dan semester Genap untuk 1 Januari–30 Juni. Guru tidak perlu memilih periode.
Angka semester yang sudah lewat disimpan sebagai rekap tetap di akhir semester, sehingga tidak berubah ketika murid naik kelas, pindah, atau lulus.
Siapa yang bisa melihat hasil seorang murid?
Hasil per murid hanya bisa dilihat guru di sekolah murid itu dan administrator. Kepala sekolah, pengawas, dinas pendidikan, dan publik hanya melihat rekap atau agregat tanpa nama murid.
Bagaimana data pribadi dijaga?
• NIK guru tidak disimpan dalam bentuk terbaca. Yang disimpan hanya kode acak untuk pencocokan dan empat digit terakhirnya.
• Dashboard publik hanya menampilkan agregat. Kabupaten atau gugus dengan kurang dari 10 murid terasesmen tidak ditampilkan angkanya.
• Setiap perubahan data murid, data master, tautan gugus, dan sekolah binaan dicatat: siapa yang mengubah, kapan, dan apa yang diubah.
Apakah orang tua bisa melihat hasil anaknya?
Belum. Akses orang tua belum tersedia pada tahap uji coba ini. Guru dapat mencetak lembar hasil murid atau menyimpannya sebagai PDF dari halaman hasil.
Guru
Bagaimana cara guru masuk ke aplikasi?
1. Di layar masuk, tekan "Lanjut dengan akun Google" pada kartu Guru.
2. Pilih akun Google Anda.
3. Saat pertama kali masuk, isi NIK (16 digit) untuk menautkan akun ke data guru. Penautan cukup dilakukan sekali.
Berikutnya Anda cukup masuk dengan akun Google yang sama.
Muncul pesan "NIK tidak ditemukan pada data guru". Apa yang harus dilakukan?
Periksa dulu apakah 16 digit NIK sudah benar. Jika sudah benar, berarti data Anda belum ada di data guru. Data awal hanya memuat guru yang tercatat sebagai wali kelas pada rombel, jadi guru mata pelajaran mungkin belum terdaftar. Hubungi administrator agar data Anda ditambahkan.
Setelah 5 kali gagal, penautan dikunci selama 15 menit.
Apakah NIK saya disimpan?
NIK tidak disimpan dalam bentuk terbaca. Aplikasi hanya menyimpan kode acak untuk mencocokkan NIK dan empat digit terakhirnya.
Saya ingin mengganti akun Google atau salah menautkan akun. Bagaimana caranya?
Satu NIK hanya bisa tertaut ke satu akun Google. Minta administrator melepas tautan akun lama. Setelah dilepas, masuk dengan akun Google yang benar dan isi NIK lagi untuk menautkan ulang.
Bagaimana cara memulai asesmen?
1. Di Beranda, tekan "Mulai asesmen".
2. Pilih jenis asesmen: pra-pemahaman atau pemahaman bacaan.
3. Pilih kelas, lalu pilih murid.
4. Baca layar instruksi, lalu tekan "Mulai".
Satu sesi untuk satu murid.
Apa beda asesmen pra-pemahaman dan pemahaman bacaan?
• Pra-pemahaman: guru memegang perangkat. Murid membaca kata, lalu huruf atau paragraf sesuai hasilnya, dan guru menandai Benar atau Salah.
• Pemahaman bacaan: murid mengerjakan sendiri di perangkat. Ada tiga blok soal pilihan ganda berurutan: Dasar, Cakap, dan Mahir.
Murid yang mencapai level Paragraf pada pra-pemahaman diarahkan untuk lanjut ke asesmen pemahaman.
Bagaimana alur asesmen pra-pemahaman?
1. Murid membaca 8 kata. Guru menekan Benar atau Salah untuk setiap kata.
2. Jika salah lebih dari 3 kata, murid membaca 8 huruf. Salah lebih dari 3 huruf berarti level Pemula; salah paling banyak 3 huruf berarti level Huruf.
3. Jika salah paling banyak 3 kata, murid membaca paragraf 4 kalimat. Guru menekan "Lancar" atau "Belum lancar".
4. Lancar berarti level Paragraf. Jika belum lancar, guru meminta murid menceritakan isi bacaan, lalu menilai jawabannya: Benar berarti level Paragraf, Salah berarti level Kata.
Batas salah (3) adalah pengaturan bawaan dan dapat diubah administrator.
Bagaimana menilai jawaban murid pada pertanyaan lisan?
Guru meminta murid: "Ceritakan apa isi bacaan yang baru kamu baca." Guru sendiri yang menilai apakah jawaban murid sesuai dengan isi bacaan, lalu menekan Benar atau Salah.
Bagaimana alur asesmen pemahaman bacaan?
Aplikasi memilih satu paket soal secara acak sesuai jenjang murid (kelas 1–2, 3–4, atau 5–6). Murid mengerjakan tiga blok berurutan: Dasar, Cakap, dan Mahir. Setiap blok berisi 4 soal dari 2 bacaan, satu soal per layar.
Murid naik ke blok berikutnya jika benar minimal 3 dari 4 soal (75%). Di blok Mahir, murid melihat gambar dan menilai apakah gambar itu sesuai dengan bacaan.
Ambang 75% adalah pengaturan bawaan dan dapat diubah administrator.
Saya salah menekan Benar atau Salah saat pra-pemahaman. Bisa diperbaiki?
Bisa. Tekan "← Ralat", lalu tandai ulang.
Tes terhenti di tengah jalan. Apakah hasilnya tersimpan?
Tidak. Hasil baru tersimpan setelah tes selesai. Jika tes ditinggalkan di tengah jalan (halaman ditutup, tombol ← di layar tes ditekan, atau perangkat mati), tidak ada yang tersimpan. Mulai ulang tes untuk murid itu dari daftar murid.
Biarkan layar tetap menyala dan pastikan koneksi internet stabil.
Muncul pesan "Belum ada paket soal aktif". Apa artinya?
Belum ada paket soal yang diaktifkan untuk jenjang murid itu, sehingga asesmen pemahaman belum bisa dimulai. Hubungi administrator.
Bolehkah murid diasesmen ulang?
Boleh, kapan saja. Dashboard menampilkan hasil terakhir, dan hasil sebelumnya tersimpan di riwayat murid. Pada asesmen pemahaman, aplikasi memilih paket yang belum pernah dikerjakan murid itu selama masih tersedia.
Murid belum tuntas blok Dasar. Apa hasilnya?
Murid dicatat di level Pra-Pemahaman — Paragraf. Jika murid itu belum pernah mengikuti asesmen pra-pemahaman, halaman hasil menampilkan saran dan tombol "Uji pra-pemahaman" untuk melihat tahap membacanya.
Bagaimana mencetak atau menyimpan hasil murid?
Di halaman hasil, tekan "Cetak / simpan PDF". Untuk membuka hasil lama, buka Dashboard, tekan "Riwayat" pada baris murid, lalu pilih hasil yang ingin dibuka.
Di mana melihat saran pembelajaran untuk setiap level?
Halaman hasil menampilkan opsi pendekatan pembelajaran untuk level murid. Daftar untuk semua level ada di kartu "Rekomendasi pembelajaran" di Beranda.
Apakah saya bisa melihat hasil murid dari kelas lain?
Ya. Dashboard memuat seluruh murid di sekolah Anda, bukan hanya kelas yang Anda ajar. Murid sekolah lain tidak bisa dilihat.
Bagaimana menambah murid yang belum ada di daftar?
Buka Data murid, tekan "+ Tambah murid", lalu isi NISN, nama lengkap, jenjang, dan rombel. NISN wajib diisi dan tidak bisa diubah setelah disimpan.
Bagaimana menambahkan murid pindahan dari sekolah lain?
Tambahkan murid dengan NISN-nya. Jika NISN itu sudah tercatat di sekolah lain, aplikasi menampilkan nama dan sekolah asalnya. Jika benar murid yang sama, tekan "Pindahkan ke sekolah ini". Riwayat hasil asesmennya ikut pindah.
Bagaimana memperbaiki nama, kelas, atau rombel murid?
Di Data murid, tekan "Ubah" pada baris murid, perbaiki nama, jenjang, atau rombelnya, lalu tekan "Simpan". NISN tidak bisa diubah.
Bagaimana menghapus murid yang sudah pindah atau keluar?
Murid tidak bisa dihapus. Di Data murid, tekan "Ubah" pada baris murid, lalu pilih "Tandai pindah" atau "Tidak aktif". Murid itu bisa diaktifkan lagi dengan "Aktifkan kembali".
Bagaimana menaikkan kelas murid di awal tahun ajaran?
Buka Data murid, tekan "Naik kelas", pilih rombel, periksa pratinjaunya, lalu jalankan. Semua murid di rombel itu naik satu jenjang, dan nama rombel bisa diganti pada saat yang sama. Murid kelas 6 ditandai Lulus.
Mulailah dari kelas tertinggi agar rombel tidak tercampur.
Saya sudah menaikkan kelas. Apakah data kembali ke kelas lama saat data Dapodik diunggah?
Tidak, selama perubahan Anda lebih baru daripada tanggal data Dapodik yang diunggah. Yang berlaku adalah data dengan tanggal paling baru.
Contoh: kenaikan kelas yang Anda lakukan pada bulan Juli tidak kembali ke kelas lama walaupun data Dapodik bulan Juni diunggah pada bulan Agustus. Setelah data Dapodik yang lebih baru diunggah, data resmi itulah yang berlaku.
Sekolah saya belum tertaut ke gugus. Siapa yang menautkannya?
Pengawas pembina sekolah Anda. Guru hanya dapat melihat gugus sekolahnya.
Kepala sekolah
Bagaimana cara kepala sekolah masuk ke aplikasi?
1. Di layar masuk, tekan "Lanjut dengan akun Google" pada kartu Kepala sekolah.
2. Saat pertama kali masuk, isi NPSN sekolah Anda (8 digit).
3. Periksa nama sekolah, kabupaten, dan nama kepala sekolah yang ditampilkan, lalu tekan "Ya, tautkan".
Berikutnya Anda cukup masuk dengan akun Google yang sama.
Muncul pesan "NPSN tidak ditemukan pada data sekolah". Apa yang harus dilakukan?
Periksa dulu apakah 8 digit NPSN sudah benar. Jika sudah benar, data sekolah Anda belum diunggah. Hubungi administrator.
Apa yang bisa dilihat kepala sekolah?
Rekap sekolah, hanya-baca: sebaran level per jenjang dan per kelas, cakupan asesmen, persentase murid belum lancar membaca, jumlah murid yang belum diasesmen, perkembangan antarsemester, serta halaman Panduan dan Rekomendasi.
Kepala sekolah tidak melihat nama murid atau hasil per murid, dan tidak dapat menjalankan asesmen atau mengubah data murid.
Saya memimpin dua sekolah (definitif dan Plt). Bisakah memakai satu akun?
Bisa. Satu akun Google dapat tertaut ke paling banyak 2 sekolah. Di halaman rekap, tekan "Sekolah tertaut", lalu "+ Tautkan sekolah lain" dan isi NPSN sekolah kedua. Setelah itu Anda bisa berpindah sekolah lewat "Ganti sekolah".
Saya kepala sekolah yang juga mengajar. Peran mana yang dipakai?
Keduanya bisa. Jika NIK Anda ada di data guru, masuk lewat kartu Guru untuk mendapat akses guru. Dengan akun Google yang sama, Anda juga bisa masuk lewat kartu Kepala sekolah dan menautkan NPSN.
Akun dengan dua peran memilih peran setelah masuk, dan bisa berganti lewat label peran di bagian atas halaman.
Ada pemberitahuan bahwa tautan akun saya diputus. Mengapa?
Satu sekolah hanya bisa tertaut ke satu akun kepala sekolah. Tautan Anda terputus jika akun Google lain menautkan NPSN sekolah itu, atau jika administrator melepasnya. Anda dapat menautkan lagi dengan masuk sebagai kepala sekolah dan mengisi NPSN.
Jika NPSN sekolah Anda ditautkan oleh orang yang tidak berhak, hubungi administrator.
Muncul pesan bahwa penautan baru bisa dicoba lagi nanti. Mengapa?
Tautan satu sekolah hanya bisa berpindah ke akun lain sekali dalam 24 jam. Pesan itu menyebutkan kapan penautan bisa dicoba lagi.
Nama sekolah atau nama kepala sekolah yang ditampilkan tidak sesuai. Bagaimana memperbaikinya?
Data itu berasal dari data master sekolah. Hubungi administrator untuk memperbaruinya.
Siapa yang tahu bahwa akun saya tertaut ke sekolah?
Guru di sekolah itu dan pengawas pembinanya dapat melihat bahwa ada akun kepala sekolah yang tertaut dan sejak kapan. Alamat email ditampilkan dengan sebagian huruf disamarkan.
Pengawas
Bagaimana cara pengawas masuk ke aplikasi?
Di layar masuk, tekan "Lanjut dengan akun Google" pada kartu Pengawas. Saat pertama kali masuk, isi NUPTK Anda untuk menautkan akun. Satu NUPTK hanya bisa ditautkan ke satu akun Google.
Muncul pesan "NUPTK tidak ditemukan pada data pengawas". Apa yang harus dilakukan?
Periksa dulu apakah NUPTK sudah benar. Jika sudah benar, data Anda belum ada di data pengawas. Data pengawas berasal dari dinas pendidikan dan diunggah administrator. Hubungi administrator agar data Anda ditambahkan.
Bagaimana menambah sekolah binaan?
Di halaman Sekolah binaan, cari nama sekolah atau NPSN pada kartu "Tambah sekolah binaan", lalu tekan "Tambah". Hanya sekolah di kabupaten Anda yang bisa dipilih. Satu sekolah boleh dibina lebih dari satu pengawas.
Bagaimana menautkan sekolah ke gugus?
Pada kartu sekolah binaan, pilih gugusnya lalu tekan "Simpan gugus". Setiap sekolah hanya punya satu gugus, dan kecamatan sekolah mengikuti gugusnya. Jika sekolah dibina beberapa pengawas, pilihan yang terakhir disimpan yang berlaku.
Gugus yang saya cari tidak ada di daftar. Bagaimana?
Daftar gugus diunggah administrator. Hubungi administrator agar gugus itu ditambahkan.
Mengapa sekolah perlu ditautkan ke gugus?
Tautan gugus dipakai untuk menghitung agregat gugus di dashboard dinas dan Dashboard publik. Sekolah yang belum tertaut ke gugus tetap dihitung di angka kabupaten, tetapi tidak masuk ke gugus mana pun.
Apa yang bisa dilihat pengawas?
Rekap setiap sekolah binaan: cakupan asesmen, persentase murid belum lancar membaca, jumlah murid terasesmen, sebaran level, dan perkembangan antarsemester. Pengawas tidak melihat data per murid.
Apa yang terjadi jika saya melepas sekolah binaan?
Sekolah itu hilang dari daftar binaan Anda. Data sekolah, hasil asesmen murid, dan tautan gugusnya tidak berubah. Sekolah itu bisa ditambahkan kembali kapan saja.
Dinas pendidikan
Bagaimana cara dinas pendidikan masuk ke aplikasi?
Di layar masuk, tekan "Masuk dengan email dan kata sandi". Akun dinas dibuat oleh administrator, dan setiap akun mencakup satu kabupaten/kota.
Saya lupa kata sandi. Bagaimana?
Hubungi administrator untuk mengganti kata sandi Anda. Belum ada fitur untuk mengatur ulang kata sandi sendiri.
Mengapa saya tidak bisa masuk setelah beberapa kali salah kata sandi?
Setelah 5 kali gagal, percobaan masuk dikunci selama 15 menit. Coba lagi setelah itu.
Apa yang ditampilkan dashboard kabupaten?
Cakupan asesmen, persentase sekolah yang sudah melapor, sebaran level, persentase murid belum lancar membaca per jenjang, perbandingan antar-gugus, dan perkembangan antarsemester.
Apakah dinas bisa melihat hasil per sekolah atau per murid?
Tidak. Dinas melihat agregat gugus dan kabupaten. Tingkat terendah yang ditampilkan adalah gugus.
Ada peringatan cakupan di bawah 50%. Apa artinya?
Kurang dari separuh murid aktif di gugus itu yang sudah diasesmen, sehingga angka levelnya belum mewakili keadaan sebenarnya.
Mengapa ada sekolah yang belum masuk gugus mana pun?
Sekolah ditautkan ke gugus oleh pengawas pembinanya. Sekolah yang belum tertaut tetap dihitung di angka kabupaten.
Publik dan KKG
Apa yang ditampilkan Dashboard publik?
Agregat capaian membaca tingkat kabupaten dan gugus: jumlah murid terasesmen, persentase murid belum lancar membaca, sebaran level, dan perkembangan antarsemester. Tidak ada data per sekolah maupun per murid.
Perlukah akun untuk melihat Dashboard publik?
Tidak. Dashboard publik bisa dibuka siapa pun tanpa login.
Mengapa muncul "Data belum cukup"?
Kabupaten atau gugus dengan kurang dari 10 murid terasesmen ditampilkan sebagai "Data belum cukup".
Bagaimana KKG melihat data gugusnya?
Buka Dashboard publik, pilih kabupaten, lalu pada kartu "Lihat gugus Anda" pilih gugus dan tekan "Tampilkan".
Seberapa sering data Dashboard publik diperbarui?
Setiap 15 menit. Hasil yang dipakai adalah hasil asesmen terakhir setiap murid.
Tidak ada pertanyaan yang cocok. Coba kata lain atau kata yang lebih pendek, misalnya "NIK" atau "gugus".
Tidak menemukan jawaban? Hubungi administrator aplikasi atau operator dinas pendidikan di kabupaten/kota Anda.